Langsung ke konten utama

Postingan

Pulihkan Bumi: Aksi Vogreen Bersihkan Sampah di Paninjauan

TANAH DATAR – Relawan Rumah Zakat Payakumbuh baru saja menuntaskan aksi lingkungan bertajuk VOGREEN (Volunteer Go Green) . Kegiatan yang berlokasi di Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat pelestarian alam di tingkat lokal pada Minggu (26/04). Baca juga: Volunteer Go Green: Kita Jaga Buki, Bumi Jaga Kita ​Melalui slogan “Pulihkan Bumi, Mulai dari Sini” , sebanyak 17 pemuda terjun langsung ke lapangan sebagai bentuk respons nyata terhadap isu polusi. Selain itu, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa dedikasi generasi muda terhadap ekosistem masih sangat tinggi. ​Dampak Nyata di Area Publik ​Awalnya, para relawan menyisir lokasi mulai pukul 09.30 WIB dengan target utama limbah plastik. Setelah bekerja keras selama dua setengah jam, tim berhasil mengamankan 15 kantong sampah anorganik yang mengotori kawasan tersebut. ​ Oleh karena itu, area yang sebelumnya kumuh, kini kembali terlihat asri dan nyaman. Fokus ...
Postingan terbaru

Rumah Tan Malaka: Menelusuri Jejak Sang Pemikir

Sumatera Barat memang tidak pernah habis menawarkan keelokan alam dan memori perjuangan bangsa. Tepat di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, berdiri sebuah bangunan kayu yang bersahaja namun penuh wibawa. Rumah gadang ini merupakan tempat kelahiran Ibrahim Datuk Tan Malaka. ​Perjalanan Menuju Lokasi Sejarah Pada mulanya, niat saya dan Raja—seorang adik di lembaga relawan—muncul begitu saja untuk mengunjungi situs bersejarah ini pada tahun 2024 lalu. Namun, perjalanan kami ternyata tidak semudah bayangan awal. Bahkan, kami sempat tersasar hingga 4–5 kilometer karena melewati titik tujuan tanpa menyadarinya. ​Masalahnya, kami tidak menemukan satu pun plang jalan resmi yang memandu arah menuju “Rumah Tan Malaka”. Satu-satunya petunjuk hanya berupa tulisan di dinding rumah warga yang sangat sulit terbaca oleh pengendara. Sementara itu, aplikasi Google Maps justru menampilkan dua titik lokasi berbeda yang malah menyesatkan kami ke tempat asing. ​Menembus Medan yang Menantan...

Lembah Maek: Destinasi Megalitikum Eksotis di Sumatera

Lembah Maek menyuguhkan pesona sejarah yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Terletak di pedalaman Kabupaten Lima Puluh Kota, kawasan ini menyimpan ribuan peninggalan zaman prasejarah yang masih berdiri tegak hingga detik ini. Fenomena tersebut menjadikan desa ini mendapat julukan terhormat sebagai “Negeri Seribu Menhir”. ​ Kekayaan Arsitektur Zaman Prasejarah ​Batu-batu tegak di Maek bukan sekadar bongkahan alam biasa. Jika Anda memperhatikan lebih dekat, setiap menhir menampilkan karakter yang berbeda. Nenek moyang masyarakat Minangkabau memahat motif pedang, pola garis, hingga simbol manusia pada permukaan batu masif tersebut. Keberadaan ukiran ini membuktikan bahwa peradaban masa lalu telah menguasai teknologi logam dan memiliki cita rasa seni yang tinggi. ​ Informasi Strategis bagi Pengunjung: ​Orientasi Kosmis: Secara konsisten, ribuan menhir di sini menghadap ke arah Gunung Sago. Para peneliti mengaitkan pola ini dengan penghormatan terhadap entitas yang suci. ​Fu...

Bukit Sitabuah: Menikmati Payakumbuh dari Ketinggian

Payakumbuh memang tidak pernah kehabisan cara untuk memanjakan mata para pencintanya. Selain deretan kuliner dan situs bersejarahnya, kini muncul Bukit Sitabuah yang menawarkan lanskap hijau memukau. Oleh karena itu, tempat ini perlahan mulai bertransformasi menjadi magnet baru bagi para pencari ketenangan maupun penggemar fotografi. ​Sebagai salah satu permata tersembunyi di Payakumbuh, Bukit Sitabuah menyuguhkan harmoni sempurna antara petualangan dan ketenangan alam. Meskipun terletak di kawasan yang cukup strategis, bukit yang berlokasi di Sicincin Hilir ini tetap konsisten menjaga keasriannya. Maka dari itu, destinasi ini menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin sejenak melarikan diri dari hiruk-pikuk kota tanpa harus menempuh perjalanan yang melelahkan. ​ Fasilitas dan Pemandangan Puncak ​Terkait fasilitas, pengelola sebenarnya telah menyediakan sebuah kafe di dekat puncak, namun saat ini mereka baru sebatas menyajikan camilan dan minuman ringan. Di sisi lain, pengunjung d...

Liputan Trip Explore Pacitan Part 27

Bicara mengenai Pacitan memang gak ada habisnya. Salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur ini terkenal dengan surga nya pantai dan goa. Karena kepopuleran wisata Pacitan sudah merajalela mulai dari Sungai Maron, Goa Gong, hingga Pantai Kasap yang di juluki Raja Ampat nya Pacitan, Backpacker Jakarta kembali mengunjungi lokasi ini untuk ke 27 kalinya. Dipandu oleh Ka Tata dan Ka Adhe sebagai CP, perjalanan selama 2 hari dikenakan biaya sharing cost sebesar Rp 511.184 ( member ) dan Rp 551.184 ( non-member ) dengan meeting point di Stasiun Tugu Yogya, 18 April 2026, jam 06.00 pagi. CP : Ka Tata dan Ka Adhe Menyusuri keindahan Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo Karena waktu masih sangat pagi, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan yang lumayan panjang ke destinasi pertama yaitu Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo. Memakan waktu kurang lebih 4 jam menggunakan elf, akhirnya kami pun tiba sekitar jam 11.00 siang. Disana ada warung dan beberapa ...