Bali punya banyak hal yang membuat orang ingin kembali lagi. Ada yang datang untuk menikmati suasana pantai, ada yang mengejar waktu santai setelah hari yang sibuk, dan ada juga yang sengaja menyisihkan sore hari hanya untuk melihat matahari perlahan turun di balik garis laut. Sunset di Bali sering menjadi bagian kecil yang justru paling diingat setelah perjalanan selesai. Tidak selalu karena lokasinya, tetapi karena suasana yang menyertainya. Angin mulai terasa lebih nyaman, suhu perlahan turun, dan aktivitas yang sebelumnya ramai mulai bergerak lebih pelan. Banyak orang tidak lagi mencari daftar tempat sebanyak mungkin saat liburan. Mereka lebih memilih pengalaman yang terasa nyaman untuk dinikmati lebih lama. Menunggu matahari terbenam menjadi salah satu momen yang sering masuk dalam bagian itu. Kenapa Sunset Selalu Menjadi Bagian yang Dicari Saat Liburan ke Bali sunset di pantai bali Ada alasan mengapa banyak wisatawan sengaja menyisihkan waktu menjelang sore saat berada di Ba...
Butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit berkendara dari Bandar Udara Binaka menuju Gunung sitoli bagian barat, kita akan menemukan sebuah perkampungan tradisional bernama desa Tumöri yang terletak di kecamatan Gunungsitoli Barat. Nama Tumöri berasal dari nama sebuah pohon raksasa yang ditemukan oleh pendirinya di masa lampau. Diperkampungan tradisional ini kita dapat menjumpai 10 rumah adat khas Nias bagian Utara yang berusia antara 50-120 tahun. Pada Awalnya terdapat 21 rumah adat di desa ini, namun 9 buah dirubuhkan oleh para ahli warisnya akibat adanya perselisihan antar sesama ahli waris serta ketidaksanggupan akan biaya pemeliharaan (mengingat biaya pemeliharaan rumah adat ini sangat besar), sementara 2 lainnya yang memang sudah berusia sangat tua roboh akibat gempa pada tahun 2005 yang lalu. Sejarah Omo Hada, Rumah Adat Nias Foto by ARSITAG Rumah adat Nias atau yang biasa disebut dengan Omo Hada adalah suatu bentuk rumah panggung tradisional orang Nias, yaitu untuk masya...