Langsung ke konten utama

Kinyam Cafe Payakumbuh: Tempat Nongkrong Estetik Berlatar Sawah

Apakah Anda sedang mencari tempat pelarian sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan? Kinyam Cafe Payakumbuh menawarkan kombinasi sempurna untuk Anda. Oleh karena itu, tempat ini memadukan kehangatan nostalgia masa lalu, hidangan lokal yang lezat, dan panorama alam yang memanjakan mata.

Baca juga: Kinyam Cafe

Selain itu, cafe yang terletak di kawasan asri Payakumbuh ini menyuguhkan pemandangan hamparan sawah hijau yang luas. Anda juga bisa menikmati latar belakang pegunungan dan langit senja yang magis dari sudut cafe. Dengan demikian, Kinyam Cafe benar-benar menghadirkan ketenangan yang nyata untuk setiap pengunjungnya.

Menjelajahi Daya Tarik Unik Kinyam Cafe Payakumbuh

Perlu Anda ketahui bahwa Kinyam Cafe tidak hanya menjual makanan dan minuman biasa. Cafe ini menawarkan atmosfer interior yang sangat kuat dan berkarakter. Begitu melangkah masuk, Anda akan langsung melihat eksterior ikonik berupa susunan jendela kayu jadul (wooden shutters) beraneka warna yang sangat cocok untuk latar foto estetik Anda.

​Sementara itu, saat memasuki bagian dalam cafe, Anda akan menemukan desain interior unik berkonsep museum mini. Tentunya, pajangan pajangan di sini siap memicu memori masa lalu Anda:

​🎮 Sudut Vintage dan Gamer Jadul
​Ruang duduk santai ini menyediakan kursi kayu berbusa dengan motif klasik yang nyaman. Selanjutnya, sudut ini memajang monitor tabung tua, tumpukan floppy disk (disket) warna-warni, serta konsol legendaris PlayStation 1 (PS1).

​🏺 Galeri Pajangan Dinding Antik
​Di sisi lain, dinding cafe menampilkan koleksi barang antik yang tertata apik. Sebagai contoh, Anda bisa melihat senapan angin jadul, cermin berbingkai ukiran emas, topeng tradisional, wadah peluru kaliber kuno, hingga nampan seng bermotif bunga.

​Di sisi lain, dinding cafe menampilkan koleksi barang antik yang tertata apik. Anda bisa melihat sudut cermin besar berbingkai emas yang ikonik, vas kuno berbahan tembaga dekoratif, serta pajangan senapan angin jadul yang terpasang kokoh di atas dinding. Sudut ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berswafoto karena memberikan nuansa nostalgia yang sangat kental.

Tak kalah menarik, cafe ini juga menyatu erat dengan ekosistem alam di sekitarnya. Mengabadikan detail unik berupa sarang burung anyaman alami yang menggantung artistik pada dahan pohon peneduh. Berlatar belakang hamparan sawah hijau dan langit yang cerah, sudut ini mempertegas kesan tenang dan sejuk yang ditawarkan oleh Kinyam Cafe. Dengan jejeran kursi untuk yang bersantai di bagian luar cafe.

​

Selanjutnya, bagi Anda yang ingin menikmati suasana lebih privat, area indoor cafe menawarkan ruang yang sangat tenang. Area ini menyediakan meja-meja kayu klasik yang dipadukan dengan dekorasi dinding yang artsy, seperti lukisan capung berukuran besar. Tempat ini sangat ideal untuk Anda yang ingin bersantai lama, mengobrol santai, ataupun fokus menyelesaikan pekerjaan.

Varian Menu Kuliner yang Menggugah Selera

Selain tempatnya yang nyaman, Anda bisa menikmati semua hidangan di sini dengan harga yang sangat ramah di kantong. Maka dari itu, Kinyam Cafe menawarkan ragam pilihan kuliner tradisional hingga modern, mulai dari makanan berat yang mengenyangkan, cemilan krispi, hingga aneka racikan kopi dan non-kopi yang menyegarkan.

​Khususnya bagi pencinta kuliner pedas, Anda wajib mencicipi menu andalan seperti Ayam Batokok Lado Ijo atau gurihnya Nasi Dadar Barendo khas Minang.

Panduan Lengkap Lokasi dan Jam Operasional

Apabila Anda sudah siap merasakan sendiri sensasi nongkrong tenang dengan semilir angin sawah, berikut adalah detail lokasi dan waktu operasional Kinyam Cafe:

​📍 Alamat Lengkap: Simpang, Kaning Bukik, Kec. Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

​🧭 Patokan Lokasi: Cafe ini berdiri tepat di tepi jalan pedesaan yang tenang. Lebih detailnya, lokasinya langsung berbatasan dengan jembatan kecil, irigasi air, dan hamparan sawah. Oleh karena itu, tiang kayu usang di pinggir jalan menyangga plang nama biru melingkar bertuliskan “Kinyam” untuk memudahkan Anda menemukan lokasi.

​⏰ Jam Operasional Resmi: Selanjutnya, Kinyam Cafe menyambut pengunjung setiap hari (Senin sampai Minggu) mulai pukul 11.00 – 22.00 WIB.

Rekomendasi Waktu Terbaik untuk Berkunjung

​Oleh sebab itu, kami menyarankan Anda datang sekitar pukul 16.30 WIB untuk menangkap momen golden hour. Sebab, pada jam ini Anda bisa menyaksikan matahari terbenam di balik gunung yang indah. Tak hanya itu, Anda juga bisa menghirup aroma pembakaran jerami padi yang khas dari sawah sekitar.

​

Akhir kata, mari ajak teman, pasangan, atau keluarga Anda ke Kinyam Cafe Payakumbuh. Sebab, di sini kita tidak hanya sekadar makan dan minum, melainkan merayakan ketenangan yang sederhana. Sampai jumpa di meja kopi!

Views: 1

Posting Kinyam Cafe Payakumbuh: Tempat Nongkrong Estetik Berlatar Sawah ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/cGJ45t1
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Tradisi Megibung di Bali: Makan Bersama yang Menyimpan Makna Kebersamaan

Tradisi megibung di Bali adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah yang berasal dari Karangasem dan hingga kini masih dijaga sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Megibung bukan sekadar cara makan, tetapi bagian dari budaya sosial masyarakat Bali. Saat ini, pengalaman megibung juga dapat dirasakan dalam konteks kuliner budaya, salah satunya melalui Royal Dining Feast di Ankhusa Bali di Ubud. Mengenal Tradisi Megibung di Bali Tradisi Megibung di Bali – foto kompas Megibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu dulang yang menjadi ciri khas masyarakat Karangasem. Kata megibung berasal dari kata gibung yang berarti aktivitas bersama atau berbagi. Dalam praktiknya, peserta duduk melingkar dan menyantap nasi serta lauk pauk dari wadah yang sama, biasanya dialasi daun pisang. Satu kelompok megibung umumnya terdiri dari 6 hingga 8 orang, dan maksimal sekitar 10 orang. Tidak ada porsi individu. Semua peserta berbagi dari satu hidangan yang sama, sehingga terc...