Langsung ke konten utama

Air Terjun Proklamator: Surga yang Tersembunyi

Air Terjun Proklamator berada di kawasan pendakian Gunung Tandikek via Mega Mendung dan di bawah kaki Gunung Singgalang. Tepatnya di Jorong Aia Mancua, Kanagarian Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Dokumentasi: @ghaardi

Diberi nama Proklamator karena pada tahun 2020, air terjun ini ditemukan pertama kali oleh Mahasiswa Pecinta Alam Proklamator, Universitas Bung Hatta, saat membuka jalur pendakian di kawasan tersebut.

Akses masuknya terletak setelah Air Terjun Lembah Anai, jika dari arah Padang menuju Bukittinggi. Di sebelah kiri jalan, akan tampak plang yang menandai bahwa itu adalah lokasi titik awal menuju air terjun ini. Pengunjung diwajibkan mendaftarkan diri di posko dan membayar simaksi sebesar Rp. 10.000,00, serta parkir sebesar Rp. 5.000,00.

Dari posko pendaftaran, pengunjung akan berjalan kaki menuju lokasi dengan menghabiskan waktu lebih kurang 40 menit. Telah disediakan juga pagar pembatas di beberapa titik terjal. Melewati hutan dengan vegetasi pepohonan rindang di tengah perjalanan. Silahkan membawa perlengkapan tempurnya untuk mengantisipasi serangan pacet. Sangat dianjurkan juga untuk berkunjung di hari biasa (weekday), agar menghindari keramaian.

Keindahan yang ditawarkan, juga tidak kalah dengan wisata air terjun lainnya. Menyajikan pemandangan air terjun dari berbagai sisi. Air Terjun Proklamator akan sangat menyejukkan mata saat melihatnya; dengan warna air yang hijau kebiruan. Pengunjung bahkan bisa berenang di bawah air terjun ini untuk menghilangkan penat.

Air Terjun Proklamator

Di sekitar air terjun, terdapat bebatuan alami dalam ukuran besar yang biasa dipakai untuk duduk dan bersantai. Tumbuhan lumut juga mendominasi lokasi ini, sehingga menambah kesan asri. Bonus perjalanan berupa air terjun lain yang tidak jauh dari lokasi dan pemandangan indah yang bisa dijadikan spot untuk berfoto ria.

Air Terjun Proklamator

 

 

Posting Air Terjun Proklamator: Surga yang Tersembunyi ditampilkan lebih awal di Backpacker Jakarta.



from Backpacker Jakarta https://ift.tt/3h896ZN
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Tradisi Megibung di Bali: Makan Bersama yang Menyimpan Makna Kebersamaan

Tradisi megibung di Bali adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah yang berasal dari Karangasem dan hingga kini masih dijaga sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Megibung bukan sekadar cara makan, tetapi bagian dari budaya sosial masyarakat Bali. Saat ini, pengalaman megibung juga dapat dirasakan dalam konteks kuliner budaya, salah satunya melalui Royal Dining Feast di Ankhusa Bali di Ubud. Mengenal Tradisi Megibung di Bali Tradisi Megibung di Bali – foto kompas Megibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu dulang yang menjadi ciri khas masyarakat Karangasem. Kata megibung berasal dari kata gibung yang berarti aktivitas bersama atau berbagi. Dalam praktiknya, peserta duduk melingkar dan menyantap nasi serta lauk pauk dari wadah yang sama, biasanya dialasi daun pisang. Satu kelompok megibung umumnya terdiri dari 6 hingga 8 orang, dan maksimal sekitar 10 orang. Tidak ada porsi individu. Semua peserta berbagi dari satu hidangan yang sama, sehingga terc...