Langsung ke konten utama

Tentang Anak Gunung Krakatau Lampung

Beberapa waktu yang lalu atau tepatnya pada bulan Mei 2015, komunitas Backpacker Jakarta atau yang biasa disingkat BPJ berkesempatan mendatangi salah satu Gunung Api Terbesar yang pernah ada. Meski saat ini hanya menyisakan sebagian kecil dari letusan yang konon saat itu menjadi salah satu Bencana terbesar dalam sejarah namun masih bisa melihat keindahan yang ada disana.

baca : Bukit Pangonan Pringsewu, Wisata Kekinian yang ada di Lampung

Trip Eksplore Gunung Krakatau

Sekitar 40 Orang kami menyewa satu buah kapal besar untuk mengeskplore keindahan Pulau Krakatau dan pulau sekitanya seperti pulau Umang2, Pulau sebesi, Pulau sebuku dan bahkan kami bis amenyaksikan keindahan pulau panjang dan gunung rakata dalam jarak yang sangat dekat.

Anak Gunung Krakatau

Saat ini, anak Gunung Krakatau sendiri masih terus aktif dan terus membesar meski beberapa kali sempat meletus. Meski beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir gunung ini sudah meletus, namun alhamdulilah saat ini masih bisa disaksikan kemgeahnya dalam jarak dekat yang tentunya melalui pengawasan juga.

Snorkling dipulau lagon cabe

Sejarah Anak Gunung Krakatau

Nah Berikut ini, ulasan singkat mengenai Sejarah Mengenai Letusan Gunung Krakatau yang mungkin bis amenjadi refresi buat temen2 semuanya. Tepat 132 tahun lalu, letusan Gunung Krakatau mengeluarkan letusan dahsyat.

Namun Secara bersamaan, ketiga gunung tersebut meletus dan meluluhlantakkan satu pulau hingga tak berbekas. Peristiwa ini menyebabkan 36.417 nyawa tewas mengenaskan.

Sebelum meletus dahsyat, lokasi yang kini ditempati Gunung Anak Krakatau ini merupakan sebuah pulau bernama Pulau Krakatau, berada di tengah-tengah Selat Sunda yang membelah Pulau Jawa dan Sumatera. Terdapat tiga gunung di atasnya, yakni Gunung Perboewatan, Gunung Danan dan Gunung Rakata.

Selamat Pagi krakatau

Peningkatan aktivitas seismik sudah terdeteksi beberapa tahun sebelum letusan berlangsung, ditambah rangkaian gempa yang mengguncang wilayah Australia. Tidak ada yang menyangka, 20 Mei 1883 menjadi tanggal yang akan dikenang sepanjang sejarah. Dimulai dari munculnya asap Gunung Perboewatan yang berada di sisi utara, lava kembali terlihat di dua gunung di sebelahnya.

Puncak Anak Gunung Krakatau
Puncak Anak Gunung Krakatau

Jelang siang hari, erupsi dari ketiga gunung berapi ini mencapai puncaknya. Abu vulkanik yang terlempar dari letusan ini mencapai ketinggian 6 km. Bahkan gemuruh dan ledakan yang ditimbulkannya terdengar sampai Jakarta yang berjarak 160 km.

Puncak Gunung Krakatau

Banyak pengamat kegunungapian menilai ledakan yang timbul dari Krakatau ini setara dengan 200 megaton TNT. Itu berarti kedahsyatannya 13 ribu kali dari ledakan nuklir yang menghancurkan kota Hiroshima selama berlangsungnya perang dunia kedua, atau empat kali dari ledakan bom hidrogen Tsar Bomba buatan Rusia. Tak lama setelah meletus, aktivitas Krakatau sempat berhenti selama beberapa minggu berikutnya.

Pantai Pulau Sebesi

Lalu Erupsi kembali terjadi pada 16 Juni, dimulai dengan ledakan keras dan menutupi seluruh pulau dengan kepulan awan hitam selama lima hari. Letusan Krakatau mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 1883, atau tepatnya 25 Agustus. Gunung ini telah mencapai fase paroksismal yang menghancurkan.

Treking berpasir menuju puncak Krakatau

Letusan mencapai puncaknya sehari setelahnya, tepat sekitar pukul 14.00 WIB, para pengamat melihat awan hitam yang berisi abu vulkanik menutupi seluruh pulau hingga ketinggian 27 km. Pada fase ini, suara ledakan dan erupsi terus terlihat setiap 10 menit.

Anak Gunung Krakatau

Setiap kapal yang berada dalam jarak 20 km, melaporkan hujan abu yang sangat tebal, bahkan batu panas berdiameter 10 cm mendarat di dek mereka. Selepas Magrib, terjadi beberapa tsunami kecil yang menghantam pantai-pantai di Sumatera dan Jawa hingga sejauh 40 km.

Views: 854

Posting Tentang Anak Gunung Krakatau Lampung ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/OPDboUk
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri: Basecamp Mang Abenk, Murah & Servis Juara

Pendakian Gunung Gede via jalur Gunung Putri memang sudah lama jadi favorit banyak pendaki. Jalur ini terkenal dengan trek yang menanjak tajam sejak awal, tapi tetap memberikan pengalaman alam yang luar biasa: dari padang edelweis Surya Kencana, kabut pagi yang magis, sampai sunrise dari puncak yang menggetarkan hati. Namun di tengah tren basecamp yang makin banyak bermunculan dengan fasilitas serba “wah”, aku justru tetap setia kembali ke Basecamp Mang Abenk . Sederhana? Iya. Tapi servicenya luar biasa. Di sinilah aku merasa benar-benar disambut sebagai tamu, bukan sekadar pelanggan. Kelapa Harus Basecamp Mang Abenk? Pertama, biaya simaksi di sini jauh lebih ramah kantong. Hanya dengan bayar simaksi 1x, harganya sudah termasuk registrasi pendakian, asuransi, kamar untuk istirahat— tidak dicampur dengan pendaki lain . Ini jelas nilai plus, apalagi kalau kamu hiking dengan grup kecil dan ingin privasi atau quality time sebelum summit attack. Kedua, yang bikin pengalaman makin berk...