Kamu tau gak sih? Selama ini kalau dengar kata Borobudur, yang kebayang pasti candinya, sunrise di bukit, terus pulang. Padahal di Borobudur Magelang ternyata ada experience seru yang sayang banget dilewatin, yaitu keliling desa wisata naik VW Safari. Mobil klasik atap terbuka, angin sawah langsung kena muka, dan sepanjang jalan bawaannya pengen foto terus.
Aku baru nyobain bulan ini, dan jujur, ini salah satu cara paling asik buat kenal Borobudur dari sisi yang jarang dilihat orang.
Balik Lagi ke Gereja Ayam, Sekarang Udah Beda Banget
Temen-temen BPJ mungkin masih ingat tulisan lama di sini soal Gereja Ayam di Puncak Bukit, bangunan unik di Bukit Rhema yang makin hits setelah jadi lokasi syuting AADC 2. Nah, aku berkunjung ke sini lagi, dan wah, tempatnya bagus banget. Udah banyak perubahan. Jalurnya lebih rapi, area sekitarnya lebih tertata, dan sekarang di lokasi yang sama ada Kedai Bukit Rhema. Jadi Gereja Ayam dan Kedai Bukit Rhema itu satu lokasi, ya.
Aku datang pagi-pagi, jam 06.00. Udara masih adem, langit mulai terang habis sunrise, dan Bukit Menoreh kelihatan jelas di depan mata. Langsung deh pesan sarapan bakmi djowo. Mantap! Kuahnya hangat, porsinya pas buat ganjal perut sebelum jalan, dan view Menoreh-nya bikin betah duduk lama.
Start VW Safari Borobudur dari Gereja Ayam
Awalnya aku nggak ada rencana naik VW. Pas lagi sarapan, aku ngobrol sama team Kedai Bukit Rhema soal mau ke mana lagi hari itu, dan mereka langsung rekomendasiin experience vw safari borobudur yang start-nya dari sini. Katanya, cara paling enak keliling desa wisata sekitar Borobudur ya naik VW klasik, karena kita bisa berhenti di banyak tempat tanpa ribet.
Perlu dicatat, VW Safari ini bukan sekadar kendaraan buat pindah tempat. Ini experience-nya sendiri. Duduk di jok belakang, atap terbuka, lewat jalan desa yang kiri kanannya sawah, sambil disapa warga yang lagi beraktivitas. Rasanya beda banget sama naik motor atau mobil biasa.
Keliling Desa Wisata: Gula Jawa, Jamur, dan Lapangan Hijau
Begitu VW jalan, perhentian pertama kami adalah tempat edukasi gula jawa. Di sini kita bisa lihat langsung gimana nira kelapa diolah sampai jadi gula jawa yang biasa kita beli di pasar. Prosesnya ternyata panjang dan butuh kesabaran. Aku jadi lebih menghargai sepotong gula jawa di dapur rumah.
Lanjut ke edukasi jamur. Ini seru buat yang penasaran gimana jamur dibudidayakan. Kita diajak lihat rumah jamurnya dan dijelasin prosesnya dengan bahasa yang gampang dimengerti. Ponakanku yang ikut juga anteng banget dengerin.
Setelah itu VW berhenti di lapangan hijau yang luas banget. Ini spot favoritku buat foto-foto. Latar hijau, langit biru, VW kuning terparkir di tengah. Mau foto sendiri, foto rombongan, atau foto candid lagi duduk di kap mobil, semuanya jadi bagus.
Seru Banget Foto-Foto Naik VW Safari
Ngomongin foto, ini bagian yang paling bikin nagih. Naik VW Safari itu kayak bawa properti foto keliling desa. Pas lewat sawah, berdiri di jok belakang sambil angkat tangan. Pas berhenti di jalan desa, foto bareng mobilnya. Galeri HP-ku penuh dalam sekejap, dan hampir semua fotonya layak posting.
Tips kecil dari aku: pakai baju warna cerah biar kontras sama hijaunya sawah, dan siapin topi karena atapnya terbuka. Bawa juga jaket tipis kalau berangkat pagi, soalnya angin di jalan desa lumayan sejuk. Satu lagi, pastikan baterai HP penuh atau bawa power bank. Percaya deh, kamu bakal foto lebih banyak dari yang kamu kira.
Yang bikin experience ini beda, kita nggak cuma lihat pemandangan dari balik kaca. Kita benar-benar ada di tengahnya. Bau tanah sawah, suara anak-anak desa yang dadah-dadah ke arah mobil, sampai obrolan santai sama sopir yang hafal jalan-jalan kecil di sekitar Borobudur. Hal-hal sederhana kayak gini yang bikin trip terasa lebih hidup.
Balik ke Kedai Bukit Rhema buat Membatik
Selesai keliling desa, kami balik lagi ke Kedai Bukit Rhema. Bukan cuma buat istirahat, tapi karena aku sama ponakan memang udah booking experience membatik di sana. Ini jadi cara yang manis buat mengakhiri hari. Ponakanku semangat banget nyanting motifnya sendiri, dan hasilnya bisa dibawa pulang jadi kenang-kenangan.
Buat yang liburan bareng keluarga atau bawa anak, kombinasi VW Safari plus membatik ini rekomendasi banget. Anak senang, orang tua juga dapat cerita.
Vendor VW Safari Banyak, Bebas Pilih
Biar adil, aku kasih tau juga: vendor VW Safari di Borobudur itu banyak, dan kamu bisa booking di mana aja sesuai rute dan budget masing-masing. Kalau mau cari info sewa vw borobudur, pilihannya memang lumayan.
Tapi kalau kamu start dari tempat lain, saranku masukkan Gereja Ayam sebagai destinasi wajib di rutemu. Alasannya simpel: di satu lokasi, destinasi dapet, tempat makan dapet, oleh-oleh juga dapet. Jadi nggak perlu muter-muter lagi cari makan atau buah tangan.
Cara Booking kalau Mau Start dari Gereja Ayam
Kalau mau experience yang sama kayak aku, start dari Gereja Ayam dan Kedai Bukit Rhema, kamu bisa langsung hubungi nomor reservasi Kedai Bukit Rhema di 085725779520. Tanyain aja soal sewa vw borobudur, paket membatik, sampai menu sarapan. Info rute dan detailnya lebih aman ditanyakan langsung ke team-nya, karena bisa menyesuaikan kebutuhan rombongan.
Saranku, booking dari jauh hari, apalagi kalau rencana ke Borobudur pas libur akhir tahun. Biasanya ramai, jadi lebih tenang kalau jadwal udah aman.
Kalau ke Borobudur Lagi, Aku Pasti Ulang Rute Ini
Dulu aku pikir ke Borobudur cukup candi dan sunrise. Sekarang aku tau ada cara lain buat menikmati Magelang: sarapan bakmi djowo jam 06.00 dengan view Menoreh, keliling desa wisata naik VW Safari, foto-foto sepuasnya, lalu pulang bawa batik buatan sendiri. Kalau kamu lagi nyusun itinerary ke Magelang, coba deh masukin experience ini. Dijamin ceritanya beda dari trip biasanya.
Views: 0
Posting Rekomendasi Experience VW Safari Borobudur: Keliling Desa Wisata Start dari Gereja Ayam ditampilkan lebih awal di .
from https://ift.tt/yfGdHkz
via IFTTT
Komentar
Posting Komentar