Langsung ke konten utama

Postingan

Museum Sejarah Jakarta, Asyik Untuk di Jelajahi

Museum Sejarah Jakarta atau dulu nya dikenal dengan sebutan Jacatra, Jakatra, Iakarta, Xacatar merupakan beberapa ragam penyebutan Kota Jakarta pada masa lampau sesuai dengan latar belakang orang tersebut. Hal tersebut disebabkan karena pada saat itu belum ada standar penyebutan Kota Jakarta. Saat ini, Kota Jakarta dikenal sebagai salah satu kota metropolis di Indonesia. Hal tersebut membuat Kota Jakarta identik dengan hingar bingar sehingga memiliki julukan sebagai kota yang tidak pernah tidur. Banyaknya variasi sajian tempat wisata yang asyik menjadi salah satu penguat bahwa sebutan Jakarta sebagai kota yang tidak pernah tidur adalah tepat. Baca juga : Uniknya Museum Moja, Museum Pertama Bernuansa Cinema di Indonesia Gambar 2, Banner yang memuat jadwal dan tiket masuk museum. Museum Sejarah Jakarta merupakan salah satu tempat wisata yang recommended untuk dikunjungi. Dengan mengunjungi museum ini kita bisa mengetahui sejarah Kota Jakarta serta melihat langsung berbagai bend...

Melihat Keindahan Alam Gunung Telemoyo dan Sekitarnya Part #5

Jika berbicara mengenai destinasi wisata di Jawa Tengah, pasti gak akan ada habisnya. Apalagi soal keindahan alam yang bisa dikatakan setiap sudutpun layak untuk dipandangi dan dikunjungi. Salah satu nya Gunung Telemoyo, yang terkenal dengan beragam vegetasi hijau yang asri ditemani dengan view berbagai macam gunung disekitarnya. Itulah mengapa, Backpacker Jakarta kembali mengadakan trip ke Gunung Telemoyo, Magelang, dan Boyolali pada tanggal 17 – 19 November 2023 dengan meeting point tepat pukul 19.00 di Sekret BPJ – UKI. Untuk trip kali ini, dikenakan biaya sharing cost sebesar Rp 675.191 (member) dan Rp 715.191 (non-member). Digawangi oleh di Dita dan Indra Wias sebagai CP, akhirnya kamipun meninggalkan Sekret BPJ tepat pukul 20.10 dengan menggunakan 2 elf. Dita dan Indra Wias Perjalanan trip kali ini cukup menghabiskan banyak waktu diperjalanan, sehingga kami mampir ke rest area sebanyak 2x, yakni pukul 01.00 malam dan 05.00 pagi untuk sholat bagi temen-temen yang menjalankan,...

Ekspedisi Ramadhan Bersama Anak-Anak Langit

Relawan Rumah Zakat Sumatera Barat mengadakan kegiatan Ekspedisi Ramadhan bersama anak-anak langit di Kota dan Kabupaten Solok dengan mengangkat tema “Bersama Relawan Wujudkan Manfaat Hebat”. Kegiatan ini terlaksana selama 2 hari yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 30-31 Maret 2024. Hari Pertama Hari pertama (30/03), kegiatan berlokasi di Masjid Ainul Yaqin, Kampung Jawa, Tanjung Harapan, Kota Solok, dengan jumlah anak-anak langit yaitu 24 orang dan berkolaborasi dengan komunitas Al-Anshar. Setelah waktu Ashar berakhir, kegiatan ekspedisi ramadhan ini mulai dengan pembukaan dan lanjut dengan edukasi kebencanaan oleh Thayyibal Syafiq (influencer Kota Padang dan merupakan tokoh anak inspiratif Sumatera Barat). Rangkaian acara lainnya yaitu permainan edukasi, murojaaah, buka puasa, sholat Magrib berjamaah, makan bersama dan  berbagi bingkisan.   Selain itu juga ada sahur on the road di sekitar kota Solok dengan targetnya adalah masyarakat dan dhuafa. Sejumlah 60 ...

Melarikan Diri Ke Puncak Besar Gunung Malabar

Kalau kita tidak bisa melupakan orangnya, tinggalkan saja kotanya. – begitulah opini yang sering kulihat di media sosial. Malam itu secara mendadak aku menjadi backup pendakian Gunung Malabar yang diadakan oleh Backpacker Jakarta. Aku yang belum terbiasa melakukan pendakian one day trip ini gak expect kalo trek malabar ternyata cukup menguras tenaga hahahaha. Berangkat dari cawang jam 00.00 aku cuma berbekal tas isi 1 jaket , 1 lembar kaos , dan 1 botol air minum. Dengan perjalanan Jakarta – Pangalengan sekitar 5 jam, tepat jam 5 subuh kita udah sampe di Basecamp Gunung Malabar. Pendakian dimulai pada pukul 07.00 WIB yang dituntun oleh CP dan juga guide lokal. Memulai pendakian dengan suasana hati yang kurang baik, bisa dibilang ini adalah caraku melarikan diri dan juga mengalihkan perasaanku yang sedang kalut. Ya, rasa sakit yang sudah tidak terbendung lagi. 2 jam pertama aku melewati perkebunan dan ladang warga setempat. Lalu disusul dengan jalan setapak hingga memasuki gerban...

Bawa Aku Kembali ke Dinginnya Merbabu Kala Itu

Merbabu menjadi saksi bisu bagaimana aku bisa melihat jendela dunia. Aku rindu dinginnya Merbabu. Merbabu menyimpan segala kenangan tentang aku dan biru langit kala itu. Tentang aku dan Tuhanku. Tentang aku dan kamu mungkin. Dan tentang aku dengan semesta. Malam itu hari Jumat, rasanya senang sekali. Bus melaju dengan kecepatan penuh menuju Kabupaten Boyolali, pintu gerbang gunung yang cantik itu. Sepanjang jalan aku ditemani alunan musik Love So Fine yang mengalun terus di telingaku. Aku bersemangat sekali memulai perjalanan ini. Rasanya segala kenangan buruk yang pernah kulalui tertutup dengan momen-momen baru yang terjadi pada hari itu. Sabtu, 30 September 2023 Usai persiapan mendaki, aku langsung menuju gerbang pendakian jalur selo. Melewati pos pendakian lalu menelusuri jalan setapak yang teduh dan berdebu. Sekitar 1,5 jam perjalanan, aku tiba di Pos 1.  Langsung aja deh beristirahat sejenak. Lalu kembali melanjutkan perjalanan ke Pos-pos berikutnya. Track semakin terj...