Langsung ke konten utama

Kelenteng Hock Siu Kiong yang sudah berumur lebih dari 1 Abad

Kelenteng Hock Siu Kiong, kelenteng tertua di Siak-Riau, dibangun pada 120 tahun yang lampau, menjadi bukti keindahan perpaduan dua budaya yang sangat luar biasa. Riau yang kental dengan budaya Melayu Islam, tapi di sana budaya Tionghoa juga bisa diterima, bila kamu berkunjung ke Provinsi Riau, jangan lupa mampir ke Siak untuk menyaksikan hal tersebut.

Sumber foto by instagram @indrasyah.picture

Lokasi Kelenteng Hock Siu Kiong

Kelenteng ini terletak di tengah-tengah kota Siak Sri Indrapura. Dimana tidak jauh dari istana Siak, di depan ini ada Taman Water Front City yang merupakan bagian dari objek wisata di Kabupaten Siak yang tetap di pelihara.

Kelenteng ini dibangun pada tahun 1871 dan merupakan bangunan tertua di Siak. Kelenteng ini mempunyai bentuk arsitektur yang unik dan juga merupakan tempat ibadah masyarakat Tionghoa di kota Siak.

Sumber foto by instagram @avawaiz

Keberadaan Kelenteng Hock Siu Kiong saat ini tak lepas dari tangan para perantau dari Provinsi Fu-Jian, Cina, yang datang ke Indonesia. Karena menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang Kota Bagansiapiapi, hingga sekarang kelenteng yang masih menjadi pusat budaya Tionghoa ini masih dipertahankan dalam bentuk aslinya.

Sumber foto by detik.com

Sejarah Kelenteng Hock Siu Kiong

Alkisah pada zaman Sultan Syarif Kasim II memerintah Kesultanan Siak Sri Indrapura yang kental dengan budaya Melayu Islam, mengundang masyarakat asal Cina untuk bermukim di Siak. Sultan mengundang mereka dengan tujuan mengajarkan masyarakat Siak cara berdagang.

Sebagai apresiasinya, Sultan kemudian mengizinkan para pendatang Cina untuk mendirikan Kelenteng untuk beribadah sesuai kepercayaan mereka. Sultan Syarif Kasim II memiliki orang Cina kepercayaan untuk mengatur desain istananya yang mulai dibangun tahun 1889 dan selesai dibangun sembilan tahun kemudian, yakni 1898.

Sumber foto by instagram @exploresiak – Hok Sio Kong Temple in the evening

Arsitektur Kelenteng Hock Siu Kiong

Meskipun telah berusia 120 tahun, Hock Siu Kong tetap memiliki kondisi yang baik. Nilai seni dari ukir-ukiran yang ada pada setiap bagian kelenteng ini masih sangat terlihat. Tak heran jika tempat ini masih menjadi tempat utama untuk merayakan hari besar atau gelaran budaya bagi warga Tionghoa di Kabupaten Siak.

Sumber foto by detik.com

Dengan warna merah yang menyala, kelenteng ini tampak paling menonjol dibandingkan dengan bangunan lain di sekelilingnya. Kelenteng Hock Siu Kiong adalah yang tertua di Siak, yang dibangun pada tahun 1898, hal Itu tertera dari ukiran tahun yang terdapat di 2 patung singa penjaga kelenteng.

Sumber foto by detik.com

Hal Itu tertera dari ukiran tahun yang terdapat di 2 patung singa penjaga kelenteng. Bagian bawah patung singa yang ada di sini bertuliskan angka 1898. Angka ini tidak lain adalah tahun saat Kelenteng Hock Siu Kong dibangun.

Di dalam kelenteng, patung dewa-dewi berjajar rapi. Tak lupa lilin berwarna merah dinyalakan. Di bagian dinding kanan dan kiri kelenteng dihiasi dengan lukisan naga dan burung phoenix. Sementara di bagian dinding luar kelenteng, ada lukisan tentang legenda The Eight Immortals yang sangat tersohor dalam mitologi Cina.

Sumber foto by detik.com

Di bagian dinding kanan dan kiri kelenteng dihiasi dengan lukisan naga dan burung phoenix. Sementara di bagian dinding luar kelenteng, ada lukisan tentang legenda The Eight Immortals yang sangat tersohor dalam mitologi Cina.

Nah Hingga kini, keaslian bangunan kelenteng ini masih original, masih sama seperti saat pertama kali dibangun pada tahun 1889. Kusen-kusen kayu, ukiran-ukiran, hingga meja altar persembahan masih sama saat dibangin pada 120 tahun silam.

Kelenteng ini selalu ramai dikunjungi oleh warga keturunan Tionghoa di Siak yang ingin bersembahyang. Apalagi saat Imlek, keramaian dan kemeriahannya bisa sampai membuat kelenteng penuh. Pada tanggal 15 setelah Imlek, alias Cap Go Meh kelenteng ini juga akan penuh. Bagi yang ingin berkunjung, alamat kelenteng ini ada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Siak, Riau.

Sumber foto by instagram @astalavitastudio – keramaian acara Cap Go Meh

Pemukiman Masyarakat Keturunan Siak

Tak jauh dari kelenteng Hock Siu Kong, sekitar 20 meter tedapat permukiman masyarakat keturunan di Siak. Pemukiman tersebut dinamakan Chinese Town alias Pecinan. Yang mencolok dengan warna merahnya yang khas. Warga sekitar pun menyebut bangunan ini sebagai Bangunan Merah Siak.

Sumber foto by instagram @sulhanbnwc – Chinese Town in the evening

Selain itu ada lampion warna merah menggantung di sepanjang ruko yang terletak di Jalan Kedondong. Permukimannya merupakan ruko yang terbuat dari kayu dengan cat warna merah seragam. Dari penampakannya, bangunan ruko terlihat sama tua dengan kelenteng.

Dan Uniknya lagi, semua papan nama ruko di permukiman ini menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Dan kini tempat ini lagi hits untuk jadikan sebagai tempat foto prawedding lho di Siak.

Sumber foto by instagram @mutiaraakiko

Yuk main ke kota Siak. Disini juga Kamu bisa keliling kota Siak pake sepeda. Salah satu rute yang bisa kamu lewati adalah Pecinan ini. Kawasan Pecinan ini dulu merupakan pusat perekenomian di Siak.

Sumber foto by instagram @indrasyahputra
Sumber foto by instagram @armenputra  – dulu lokasi ini adalah centra bisnis di Siak

Views: 2432

Posting Kelenteng Hock Siu Kiong yang sudah berumur lebih dari 1 Abad ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/xsPVDTi
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri: Basecamp Mang Abenk, Murah & Servis Juara

Pendakian Gunung Gede via jalur Gunung Putri memang sudah lama jadi favorit banyak pendaki. Jalur ini terkenal dengan trek yang menanjak tajam sejak awal, tapi tetap memberikan pengalaman alam yang luar biasa: dari padang edelweis Surya Kencana, kabut pagi yang magis, sampai sunrise dari puncak yang menggetarkan hati. Namun di tengah tren basecamp yang makin banyak bermunculan dengan fasilitas serba “wah”, aku justru tetap setia kembali ke Basecamp Mang Abenk . Sederhana? Iya. Tapi servicenya luar biasa. Di sinilah aku merasa benar-benar disambut sebagai tamu, bukan sekadar pelanggan. Kelapa Harus Basecamp Mang Abenk? Pertama, biaya simaksi di sini jauh lebih ramah kantong. Hanya dengan bayar simaksi 1x, harganya sudah termasuk registrasi pendakian, asuransi, kamar untuk istirahat— tidak dicampur dengan pendaki lain . Ini jelas nilai plus, apalagi kalau kamu hiking dengan grup kecil dan ingin privasi atau quality time sebelum summit attack. Kedua, yang bikin pengalaman makin berk...