Langsung ke konten utama

Pesona Keindahan Gunung Ringgit, Situbondo

Gunung Ringgit merupakan sebuah gunung yang terdapat di Pasir Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur dan memiliki ketinggian 1.250 meter. Gunung Ringgit juga dikenal dengan nama Gunung Putri Tidur, karena bentuknya yang jika dilihat dari jauh seperti wajah seorang putri yang sedang tertidur. Di gunung ini juga terdapat sebuah makam seorang bangsawan muslim dari Situbondo, yaitu Raden Condro Kusumo.

Sumber : Google.co.id

Pesona Gunung Ringgit Situbondo

Walaupun ketinggian gunung ini hanya 1.250 mdpl, namun jalur pendakian gunung ini bisa dikategorikan sulit, karena para pendaki akan dihadapkan dengan tebing yang tingkat kemiringannya dapat mencapai 90 derajat.

Oleh karenanya, keterampilan panjat tebing sangat dibutuhkan dalam pendakian gunung ini. Selain itu, di jalur pendakian juga terdapat anak tangga yang disiapkan untuk para peziarah yang ingin menuju Makam Raden Condro Kusumo.

Di jalur pendakian gunung ini, akan banyak sekali dijumpai para peziarah yang ingin menuju makam1 atau makam2 untuk berziarah ke makam Raden Condro Kusumo. Kebanyakan dari para peziarah juga akan bermalam di makam 2 tersebut karena ada beberapa pondok/rumah yang biasa digunakan untuk bermalam para peziarah. Disana juga terdapat toilet dan sumber air yang sangat melimpah.

Sumber : Google.co.id

Selama ini, seringkali ketika kita mendaki gunung, kita tidak berjalan dari 0 mdpl namun pada gunung ringgit ini kita akan mendaki dimulai dari garis pantai -+ 0 mdpl. Itu yang akan menambah kemenarikan pendakian ini.

Apalagi View dari puncak ini sangat indah, dimana kita akan dihadapkan pada luasnya laut yang menghadap ke pulau madura. Sedangkan dibelakang kita hamparan pegunungan yang terlihat berlapis-lapis. Jika cuaca cerah kita akan melihat juga Puncak Gunung Raung, Gunung Agung, Gunung Suket dan Gunung Baluran.

Hewan yang banyak menghuni gunung ringgit ini adalah Monyet Pantai, Lutung Hitam (Monyet Caron) dan Babi Hutan (Celeng). Hati hati terhadap logistik dan barang bawaan anda karena Monyet pantai ini seringkali usil dan akan banyak anda temui ketika berada di puncak setelah matahari terbit(Sunrise)

Sumber : Google.co.id

Akses Gunung Ringgit 1250 mdpl via Caron

– Terminal Surabaya – Terminal Besuki (Situbondo) Naik Bus  [5 Jam]
– Terminal Besuki – Carron, Situbondo (SDN 4 Klatakan) atau biasa dikenal dengan sebutan SD Carron. Naik mini bus  [20 menit]
– Jalur Pendakian berada disebelah kiri SDN 4 Klatakan. Masuk sekitar 200m jalan paving selanjutnya akan menemui jalan berbatu. [4 menit ]
– Dari Pemukiman Warga – Makam 2 Petunjuknya tinggal mengikuti kabel listrik yang menuju makam 2. [1 jam]
– Makam 2 – Puncak So’on mengikuti petunjuk anak panah [4 Jam]
*jalur menuju puncak dari makam 2, berada pas sebelum makam Raden Condro Kusumo/ Setelah Pohon Besar. Ke arah kanan (ada pohon kelapa).

Ayo ke Gunung Ringgit, Situbondo, Jawa Timur… Semua akan terbayarkan oleh keindahan alamnya…..

Sumber : originaladv.blogspot.co.id

Views: 3133

Posting Pesona Keindahan Gunung Ringgit, Situbondo ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/Ihbi5Nq
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Tradisi Megibung di Bali: Makan Bersama yang Menyimpan Makna Kebersamaan

Tradisi megibung di Bali adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah yang berasal dari Karangasem dan hingga kini masih dijaga sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Megibung bukan sekadar cara makan, tetapi bagian dari budaya sosial masyarakat Bali. Saat ini, pengalaman megibung juga dapat dirasakan dalam konteks kuliner budaya, salah satunya melalui Royal Dining Feast di Ankhusa Bali di Ubud. Mengenal Tradisi Megibung di Bali Tradisi Megibung di Bali – foto kompas Megibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu dulang yang menjadi ciri khas masyarakat Karangasem. Kata megibung berasal dari kata gibung yang berarti aktivitas bersama atau berbagi. Dalam praktiknya, peserta duduk melingkar dan menyantap nasi serta lauk pauk dari wadah yang sama, biasanya dialasi daun pisang. Satu kelompok megibung umumnya terdiri dari 6 hingga 8 orang, dan maksimal sekitar 10 orang. Tidak ada porsi individu. Semua peserta berbagi dari satu hidangan yang sama, sehingga terc...