Langsung ke konten utama

Pantai Wohkudu Surga Tersembunyi di Balik Tebing Gunungkidul

Kamu tanya apakah di Pantai Wohkudu ada sinyal? Jawabannya bikin banyak orang mikir dua kali. Begitu kamu masuk kawasan tebing dan bukit di sekitar pantai ini, HP langsung kehilangan semua bar sinyal. Sebagian orang mungkin merasa ini menakutkan. Tapi justru di titik itulah ketenangan Pantai Wohkudu terasa paling nyata. Suasananya sepi, apalagi kalau kamu datang pagi hari di hari kerja. Tebing tinggi menutup pantai ini rapat-rapat dari pemukiman warga. Pikiranmu langsung fresh tanpa notifikasi berisik seharian.

Kamu sudah bosan dengan pantai Jogja yang penuh sesak saat weekend? Pantai Wohkudu wajib masuk daftar liburan berikutnya. Pantai ini tidak gampang kamu temukan begitu saja. Kamu harus jalan kaki dulu melewati jalan setapak berbatu. Setelah itu, kamu akan melihat hamparan pasir putih, dengan dua tebing karang tinggi mengapit di kanan kirinya. Rasanya seperti menemukan pantai pribadi yang belum banyak orang tahu.

Lokasi persisnya, jalur trekking yang bikin betis pegal, sampai alasan kenapa camping di sini beda dari pantai lain, semua ada di bawah. Siap-siap jatuh cinta sama pantai yang bikin kamu enggan buru-buru pulang.

Pantai Wohkudu Terletak di Mana?

pantai wohkudu photos
Pantai Wohkudu via IG @pantaiwohkudu

Banyak orang mencari jawaban untuk pertanyaan pantai Wohkudu dimana? Jawabannya cukup spesifik. Pantai Wohkudu berada di Padukuhan Wiloso, orang juga sering menyebutnya Wiroso, Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bisa check juga ke Google maps

Alamat Pantai Wohkudu ini berada di kawasan pesisir selatan Gunungkidul. Kawasan ini terkenal punya banyak pantai tersembunyi. Uniknya, orang-orang sebenarnya lebih tepat menyebut tempat ini sebagai teluk kecil, bukan pantai dengan garis pantai panjang. Bibir pantainya cuma sekitar 20 sampai 25 meter saja. Tebing karang setinggi kurang lebih 20 meter mengapitnya di kanan dan kiri. Karena dua tebing besar ini mengapitnya, banyak orang bilang wohkudu pantai satu ini punya karakter paling khas dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul.

Pantai Wohkudu Dekat Pantai Apa?

Kamu penasaran pantai Wohkudu dekat pantai apa? Jawabannya Pantai Kesirat, orang juga sering menyebutnya Tanjung Kesirat. Jaraknya cuma sekitar 1 sampai 3 kilometer saja. Kalau kamu sedang di Pantai Kesirat yang lebih populer dan gampang kamu akses, sempatkan mampir ke Wohkudu. Di sana kamu bisa merasakan suasana yang jauh lebih sepi dan alami. Wisatawan sering menjadikan dua pantai ini satu paket kunjungan. Mereka ingin merasakan dua karakter pantai berbeda dalam satu hari. Satu ramai dan cocok untuk sore santai. Satu lagi sepi dan cocok untuk healing.

Akses Jalan ke Pantai Wohkudu

Ini bagian yang paling sering orang tanyakan sekaligus paling menantang. Akses jalan ke Pantai Wohkudu punya dua tahap.

Tahap pertama, kamu akan melewati jalan aspal satu jalur yang sempit. Jalan ini punya tanjakan dan turunan khas medan Gunungkidul. Motor maupun mobil bisa melewati jalan ini dengan cukup layak. Tapi tetap perlu kehati-hatian karena jalannya berkelok dan minim penerangan menjelang malam.

Tahap kedua, dan ini yang bikin Wohkudu terasa spesial, kamu harus trekking dari area parkir menuju bibir pantai. Jaraknya sekitar 500 sampai 600 meter. Kamu butuh waktu 10 sampai 20 menit jalan kaki. Jalur setapaknya berbatu dan menurun. Semak belukar serta hutan jati mengapit jalur ini di kanan kiri. Di tengah jalur biasanya ada persimpangan kecil dengan papan penunjuk arah sederhana. Perhatikan baik-baik supaya kamu tidak salah belok.

Soal akses Pantai Wohkudu dari kota, waktu tempuhnya bervariasi tergantung titik keberangkatanmu. Biasanya berkisar 1 sampai 2 jam perjalanan darat, dengan jarak sekitar 42 kilometer dari pusat Kota Jogja.

Malioboro ke Pantai Wohkudu, Berapa Jam?

Kamu mulai perjalanan dari Malioboro? Estimasi waktu tempuh ke Pantai Wohkudu sekitar 2 sampai 2,5 jam berkendara. Tambahkan waktu trekking 10 sampai 20 menit dari parkiran. Jadi, siapkan total waktu kurang lebih 2,5 sampai 3 jam sebelum kamu benar-benar menginjakkan kaki di pasirnya.

Rute yang biasa orang pakai adalah menuju arah Panggang melalui Jalan Imogiri Barat atau Jalan Wonosari. Lalu ikuti petunjuk arah ke Desa Girikarto. Medan di kawasan ini cukup berliku. Sebaiknya kamu berangkat dalam kondisi fisik segar. Cek juga kondisi kendaraanmu, terutama rem dan ban, karena banyak turunan tajam sepanjang perjalanan.

Tiket Masuk Pantai Wohkudu

Soal biaya masuk Pantai Wohkudu, ada retribusi tiket masuk, parkir kendaraan, dan biaya tambahan kalau kamu berencana camping di lokasi. Nilainya tergolong terjangkau untuk kantong backpacker. Harganya jauh lebih murah dibanding pantai-pantai populer seperti Indrayanti atau Baron yang pengelolaannya sudah lebih lengkap.

Ingat, angka pastinya bisa berubah kapan saja tergantung kebijakan pengelola setempat. Jangan jadikan informasi harga di internet manapun, termasuk artikel ini, sebagai patokan mutlak. Cara paling aman adalah kamu menyiapkan uang tunai secukupnya. Begitu tiba di lokasi, tanya langsung ke petugas atau warga yang jaga di pos masuk atau area parkir.

Camping Pantai Wohkudu, Pengalaman yang Susah Dilupakan

camping pantai wohkudu via IG @freeze_my_eyes.25
camping pantai wohkudu via IG @freeze_my_eyes.25

Salah satu alasan utama orang datang jauh-jauh ke sini adalah untuk camping. Pantai Wohkudu punya area rumput datar sebelum garis pantai. Area ini terasa seperti buatan alam khusus untuk mendirikan tenda. Beberapa pengunjung bahkan lebih memilih ngecamp langsung di area berpasir dekat bibir pantai. Mereka ingin dengar suara ombak sepanjang malam.

Dua tebing yang mengapit pantai ini berfungsi seperti pelindung alami dari angin kencang. Jadi, tendamu relatif lebih aman saat malam dibanding kamu camping di pantai terbuka tanpa penghalang. Bawa kayu bakar sendiri kalau mau bikin api unggun. Suara ombak dan langit penuh bintang di sini jadi pengalaman langka yang pantai lain jarang tawarkan.

Satu hal penting, pastikan kamu bawa perlengkapan camping lengkap dan logistik makanan yang cukup. Warung di sekitar sini masih sangat terbatas dan tidak semua buka sampai malam. Kalau kamu datang rombongan, bagi tugas dari sekarang. Tentukan siapa yang bawa tenda dan siapa yang bawa alat masak. Dengan begitu, tidak ada yang double atau malah kelupaan sama sekali.

Pantai Wohkudu Pasir Putih dan Daya Tariknya

Meski areanya kecil, pasir putih Pantai Wohkudu ini bersih dan kontras banget dengan hijaunya tebing karang di sekelilingnya. Suasananya terasa privat dan tenang karena ukurannya kecil dan pengunjungnya belum seramai pantai lain, jadi kamu bakal merasa seperti punya pantai sendiri. Saat air surut, kamu bisa jalan-jalan menyusuri sela karang dan menemukan kepiting, siput, bintang laut, sampai bulu babi. Area timur pantai juga dikenal sebagai lokasi favorit pemancing lokal yang sering pulang bawa lobster segar.

Momen matahari terbenam di antara dua tebing jadi salah satu pemandangan paling dicari fotografer maupun traveler biasa, dengan siluet tebing di kanan kiri yang bikin suasana makin dramatis. Kombinasi tebing tinggi, pasir putih, dan laut lepas juga bikin lokasi ini jadi favorit untuk berburu gambar Pantai Wohkudu yang estetik, cocok buat kamu yang suka koleksi pantai Wohkudu photos di feed media sosial.

Satu catatan penting, jangan berenang di pantai ini. Ombaknya cukup besar dan dasarnya berkarang, jadi cukup nikmati suasana dari tepi pantai atau bermain air di area dangkal saja.

Fasilitas dan Ulasan Pantai Wohkudu

Dulu Pantai Wohkudu benar-benar minim fasilitas, tapi seiring waktu kondisinya terus membaik. Saat ini biasanya sudah tersedia toilet sederhana, mushola, tempat parkir yang dijaga warga lokal, dan beberapa warung kecil yang menjual makanan ringan hingga nasi goreng. Meski begitu, jangan terlalu berharap fasilitas selengkap pantai besar seperti Baron atau Indrayanti. Bawa bekal dan air minum sendiri tetap jadi rekomendasi paling aman, apapun kondisi fasilitas yang kamu temui di lokasi.

Dari sisi ulasan pengunjung, rata-rata pengunjung yang datang ke sini memuji suasana yang tenang, alami, dan belum tersentuh keramaian massal. Keluhan paling umum biasanya seputar jalur trekking yang cukup menantang, terutama saat kondisi tanah basah, dan minimnya fasilitas dibanding pantai-pantai besar yang sudah lebih dulu populer.

Tips Praktis Sebelum ke Pantai Wohkudu

Sebelum berangkat, perhatikan beberapa hal kecil ini supaya perjalanan kamu ke Pantai Wohkudu lebih lancar. Plang penunjuk arah menuju pantai ukurannya kecil dan gampang kelewatan, terutama di persimpangan setelah perempatan Panggang, jadi pelankan kendaraan dan perhatikan baik-baik setiap papan petunjuk yang kamu temui di jalan.

Karena fasilitas di sekitar pantai ini masih tergolong terbatas, terutama begitu matahari mulai terbenam, sebaiknya kamu bawa penerangan sendiri seperti senter atau headlamp kalau berencana camping semalaman. Jangan terlalu mengandalkan warung di sekitar pantai untuk kebutuhan makan, karena ketersediaan dan jam bukanya bisa berbeda-beda tergantung hari dan jumlah pengunjung, jadi lebih aman kalau kamu bawa logistik makanan sendiri yang cukup.

Kalau kamu mau memancing di tebing timur yang dikenal sebagai spot lobster, bawa alat pancing sendiri dari rumah, karena tidak ada persewaan alat pancing di sekitar pantai. Ingat juga bahwa jalur pulang justru lebih berat dari jalur berangkat, sebab turunan setapak sepanjang 500 sampai 600 meter tadi berubah jadi tanjakan saat kamu balik ke parkiran, jadi sisakan tenaga dan jangan habiskan semuanya di sesi foto-foto begitu baru sampai.

Kalau kamu nekat naik ke tebing untuk spot foto atau mancing, jalurnya sempit, curam, dan licin kalau habis hujan atau berembun pagi, jadi lewati hanya kalau kamu sudah terbiasa medan naik tebing atau gunung. Yang tidak kalah penting, bawa kantong sampah sendiri dan pastikan kamu tidak meninggalkan sampah di lokasi, supaya pantai ini tetap sebersih dan seasri sekarang untuk pengunjung berikutnya.

Pantai Wohkudu memang bukan destinasi untuk kamu yang cari kemewahan atau fasilitas serba lengkap. Justru daya tariknya ada di keterbatasan itu sendiri, akses yang menantang dan suasana yang masih sangat alami. Buat kamu yang cari pengalaman camping tepi laut dengan privasi tinggi, atau sekadar ingin healing jauh dari keramaian kota, Pantai Wohkudu jelas layak masuk itinerary liburan ke Gunungkidul berikutnya. Siapkan fisik, bawa perlengkapan secukupnya, dan nikmati momen matahari terbenam di antara dua tebing yang jadi ciri khas pantai kecil satu ini.

Views: 74

Posting Pantai Wohkudu Surga Tersembunyi di Balik Tebing Gunungkidul ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/BFLlvgH
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

2nd Anniversary Perayaan Ulang Tahun dan Santunan Anak Yatim Backpacker Jakarta #17 di Anyer

Hai pembaca setia…. Backpaker Jakarta#17 merupakan salah satu dari sekian banyak grup yang ada di BPJ. Backpacker Jakarta #17 sendiri mempunyai nama beken nih yaitu JUBELS. Nah gak berasa banget kalo BPJ #17 sudah menginjakkan umurnya yang kedua tahun. Dengan ada nya ulang tahun ini, kami sangat senang dan selalu antusias untuk membuat acara yang meriah dan berkesan untuk semua member di BPJ#17 . Sebelum iitu, kenalin dulu nih admin grup BPJ #17 yang disebut sebagai Pak RT dan Bu RT. Ini dia admin Kesayangan Jubels Pak RT Mahesa Bayu Biru dan Bu RT Wina Tobing. Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Tepat di tanggal 3-4 Februari 2018, Jubels merayakan ulang tahunnya yang ke-2 di Anyer dan diikuti lebih dari 50 membernya horeee! Kali ini Jubels gak hanya merayakan aja, disini juga kami berbagi rejeki(santunan) untuk adik-adik yatim piatu di dekat wilayah sekitar villa. Di tanggal 3 februari hari Sabtu jam 05.00 kami berkumpul di sekre Backpacker Jakarta tercinta yang ...