Langsung ke konten utama

One Day Trip Sunan Ibu dan Ranca Upas Part 36

Terletak di kawasan Ciwidey, Sunan Ibu menjadi salah satu destinasi terbaik untuk melihat Golden Sunrise dari ketinggian dengan view langsung ke Kawah Putih. Dikelilingi oleh perkebunan teh, serta suhu yang cukup dingin, destinasi wisata ini menawarkan panorama alam yang memukau dan menenangkan, cocok untuk kalian yang ingin sejenak melepaskan penat dari rutinitas.

Itulah mengapa, Backpacker Jakarta kembali membuka one day trip ke Sunan Ibu untuk melihat sunrise, sekaligus mengunjungi Kawah Putih dan Ranca Upas yang ke 36 kali nya pada tanggal 06-07 Juni dengan meeting point tepat pukul 00.00 di Sekret BPJ – UKI.

Oh iya, trip kali ini dikenakan biaya sharing cost sebesar Rp284.066,- (member) dan Rp324.066,- (non-member). Digawangi oleh di Teh Ahlam dan ka Fathur sebagai CP, akhirnya 31 peserta meninggalkan Sekret BPJ tepat pukul 00.00 menggunakan bus.

CP : Teh Ahlam dan ka Fathur

Trekking Santai ke Sunrise Point Sunan Ibu

Jam 02.00 pagi, hampir separuh perjalanan, kami menyempatkan diri untuk mampir ke rest area sejenak, dan tiba di parkiran Kawah Putih sekitar jam 04.30 pagi. Sambil menunggu peserta lain yang sedang sholat dan ketoilet, akhirnya kami semua berkumpul, lalu mulai menaiki mobil ontang-anting menuju ke pintu utama Sunan Ibu jam 05.10 pagi.

Menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 15 menit’an, kami mulai trekking santai ke atas secara beriringan. Estimasi waktu trekking 10-15 menit sesuai kecepatan masing-masing peserta. Setelah itu kami menyebar satu dengan yang lainnya.

Pantas banyak sekali para wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini, jujur view yang di tawarkan juga sangat menakjukan apalagi saat matahari terbit, sekaligus dikelilingi oleh kabut tipis dan udara segar yang cukup dingin. Tanpa harus mengeluarkan effort yang banyak, alias trekking minimal tapi view maximal, dari puncak kita sudah bisa melihat view Kawah Putih dengan warna Tosca yang memukau.

View Sinematik di Kawah Putih

Tanpa menghabiskan waktu terlalu lama, kami pun mulai turun ke gapura utama Sunan Ibu, dan lanjut naik ontang-anting menuju ke gapura Kawah Putih. Perjalanan nya cukup dekat, kurang lebih 5 menit, dan seperti biasa kami langsung berpencar.

Kawah Putih ini berada di bawah kaki Gunung Patuha, yang memiliki danau vulkanik berwarna hijau tosca keputihan. Didalam nya juga terdapat Jembatan Apung yang bisa di akses dengan biaya tambahan pribadi sebesar Rp 17.500 (optional) untuk para peserta yang ini ke tengah danau.

Oh iya, disini kita juga gak berlama-lama, berhubung matahari udah naik banget, dan kebetulan belum sempat sarapan, akhirnya kita bergegas kembali ke Bus dan pindah ke RM.Ciranganis untuk mengisi perut. Kemudian lanjut menuju Ranca Upas sebagai destinasi terakhir.

Penangkaran Rusa di Ranca Upas

Di destinasi ini, kami mulai menyebar satu dengan yang lain, mengingat rusa nya banyak dan berkeliaran di balik kayu-kayu. Oh iya, disini kalian juga bisa berkemah, dan terdapat waterpark, serta penginapan. Berhubung kami hanya one day trip, jadi gak banyak kegiatan yang kami lakukan sini kecuali berfoto dan memberi makan rusa.

default

Gak berasa matahari sudah naik sempurna, dan kami masih punya banyak waktu, akhirnya nongkrong di coffee shop area Ranca Upas pun menjadi pilihan terbaik. Sampai pada akhirnya, kami kembali ke Bus jam 13.00, lanjut ke Rest Area Sari intan untuk membeli oleh-oleh dan sedikit jajanan.

Sekitar jam 16.00 kami memutuskan untuk ke Rest Area 97 untuk sekedar mengisi perut sedikit dan ke toilet. Kemudian lanjut kembali ke Bus jam 17.15 an dan langsung menuju ke Jakarta. Finally, kami tiba kembali di Sekret BPJ kurang lebih jam 19.00 an.

See you next trip! ;)

Views: 2

Posting One Day Trip Sunan Ibu dan Ranca Upas Part 36 ditampilkan lebih awal di .



from https://ift.tt/5zSVmL8
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Tradisi Megibung di Bali: Makan Bersama yang Menyimpan Makna Kebersamaan

Tradisi megibung di Bali adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah yang berasal dari Karangasem dan hingga kini masih dijaga sebagai simbol kebersamaan, kesetaraan, dan rasa syukur. Megibung bukan sekadar cara makan, tetapi bagian dari budaya sosial masyarakat Bali. Saat ini, pengalaman megibung juga dapat dirasakan dalam konteks kuliner budaya, salah satunya melalui Royal Dining Feast di Ankhusa Bali di Ubud. Mengenal Tradisi Megibung di Bali Tradisi Megibung di Bali – foto kompas Megibung merupakan tradisi makan bersama dalam satu dulang yang menjadi ciri khas masyarakat Karangasem. Kata megibung berasal dari kata gibung yang berarti aktivitas bersama atau berbagi. Dalam praktiknya, peserta duduk melingkar dan menyantap nasi serta lauk pauk dari wadah yang sama, biasanya dialasi daun pisang. Satu kelompok megibung umumnya terdiri dari 6 hingga 8 orang, dan maksimal sekitar 10 orang. Tidak ada porsi individu. Semua peserta berbagi dari satu hidangan yang sama, sehingga terc...