Ada dua titik di peta Bali yang akan selalu punya tempat khusus di hatiku: Amed dan Tulamben. Dua nama yang bukan hanya menyimpan keindahan bawah laut, tapi juga menyimpan cerita bagaimana aku bisa enjoy the moment tanpa rasa panik sedikitpun. Tulamben memikatku dengan wreck-nya yang gagah. Di antara rangka kapal yang berlumut dan berkarang, aku menemukan ikan fairybasslet yang berwarna kuning dan ungu begitu indah, berenang riang seolah lautan adalah taman bermain mereka. Ada pula barracuda yang menakjubkan besar yang mengagetkanku, anggun, dan penuh wibawa. Tulamben membuatku jatuh cinta, bukan hanya pada lautnya, tapi juga pada rasa damai yang ia berikan. Lalu ada Amed, dengan site favoritku: Jemeluk Bay. Site ini adalah wall dive yang memanjakan mataku. Ada sensasi berbeda saat menyusuri dinding laut, seolah aku melayang di tepi dunia. Di sana, aku menjadi diriku sendiri. Tidak ada rasa malu, takut, apalagi keinginan untuk buru-buru mengakhiri. Rasanya aku ingin berada di laut s...