Langsung ke konten utama

Rute Perjalanan dan Sejarah di Balik Nama Pulau Hatta Banda Neira

Pulau Hatta adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Kepulauan Banda, tepatnya di Maluku, Indonesia. Pulau Hatta terdiri dari sejumlah pulau kecil yang terletak di laut Banda, sekitar 1000 km di timur laut dari Pulau Jawa. 

Sejarah Pulau Hatta sendiri masih ada kaitannya dengan sejarah Kepulauan Banda, yang merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah. Kepulauan Banda merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah yang terkenal di dunia, terutama cengkih dan pala. Selain itu, pada tahun 1936, Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir juga pernah diasingkan di Banda Neira setelah sebelumnya kedua tokoh tersebut dikucilkan dan diasingkan di Boven Digoel, Papua.

Disana, mereka menghabiskan waktu dengan membuat tulisan dan sering dimuat di media salah satunya di majalah Sin Tit Po. Mereka juga mengajar anak-anak di sekitar pulau dengan membuka kelas sore. Moh. Hatta dan Sutan Syahrir mengajar mulai dari aritmatika hingga bahasa Inggris. Pak Syahrir mengajar anak-anak kecil, sedangkan Pak Hatta mengajar anak-anak yang lebih besar. Pembelajaran masih menggunakan bahasa Belanda. Tak lupa juga disamping proses pembelajaran, mereka menanamkan nilai patriotisme kepada anak-anak.

Oleh karena itu, untuk menghormati jasa keduanya, dua pulau di Banda Neira diubah namanya menjadi Pulau Hatta dan Pulau Syahrir yang sebelumnya bernama Pulau Rozengain dan Pulau pisang.

Untuk sampai ke Pulau Hatta, kamu dapat menggunakan rute perjalanan sebagai berikut:

  1. Pertama, kamu harus terlebih dahulu sampai ke Kota Ambon, yang merupakan ibu kota Provinsi Maluku. Kamu dapat menggunakan pesawat atau kapal laut untuk sampai ke Kota Ambon.
  2. Setelah sampai di bandara, kamu perlu ke pelabuhan tulehu dahulu. Disana, kamu dapat menyewa mobil jemputan atau taksi yang ada di sekitar bandara untuk sampai ke pelabuhan. Kamu akan memakan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk sampai di pelabuhan. Sebelum itu, kamu harus sudah mengecek jadwal kapal dari pelabuhan tulehu menuju Banda Neira.
  3. Kapal menuju Kepulauan Banda Neira hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, yaitu pada saat keberangkatan dari Ambon ke Banda Neira setiap hari sabtu dan saat kepulangan dari Banda Neira ke Ambon setiap hari selasa. Estimasi waktu perjalanan menuju Banda Neira sekitar 6-7 jam dengan harga tiket sebesar Rp 410.000.
  4. Setelah sampai di Banda Naira kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Pulau Hatta dengan naik kapal. Untuk menyewa sebuah kapal mesin tarifnya biasanya sekitar Rp 500.000 dengan estimasi waktu perjalanan selama 1 jam. Kalau kamu ingin berhemat, kamu juga bisa menyewa motor yang biasa disewakan oleh penduduk sekitar dengan biaya sekitar Rp 400.000 dengan estimasi perjalanan selama 1,5 jam.

Pulau Hatta merupakan salah satu pulau yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Pulau ini terkenal dengan pantai-pantai berpasir putih yang indah, laut yang biru jernih, serta kekayaan kehidupan laut yang luar biasa. Sehingga pulau ini juga terkenal sebagai salah satu spot diving yang sayang sekali untuk dilewatkan. Selain itu, Pulau Hatta juga memiliki beberapa tempat wisata yang menarik, seperti Taman Nasional Gunung Api Banda, dan juga Pulau Ai.

Di Pulau Hatta, kamu juga dapat menikmati berbagai fasilitas yang disediakan disana, seperti penginapan, restoran, serta fasilitas olahraga air.

Sumber foto: Edi M Yamin kataomed.com

Author : Amanda Nesya Aulia

Hits: 1

Posting Rute Perjalanan dan Sejarah di Balik Nama Pulau Hatta Banda Neira ditampilkan lebih awal di Backpacker Jakarta.



from Backpacker Jakarta https://ift.tt/tCjKTSJ
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri: Basecamp Mang Abenk, Murah & Servis Juara

Pendakian Gunung Gede via jalur Gunung Putri memang sudah lama jadi favorit banyak pendaki. Jalur ini terkenal dengan trek yang menanjak tajam sejak awal, tapi tetap memberikan pengalaman alam yang luar biasa: dari padang edelweis Surya Kencana, kabut pagi yang magis, sampai sunrise dari puncak yang menggetarkan hati. Namun di tengah tren basecamp yang makin banyak bermunculan dengan fasilitas serba “wah”, aku justru tetap setia kembali ke Basecamp Mang Abenk . Sederhana? Iya. Tapi servicenya luar biasa. Di sinilah aku merasa benar-benar disambut sebagai tamu, bukan sekadar pelanggan. Kelapa Harus Basecamp Mang Abenk? Pertama, biaya simaksi di sini jauh lebih ramah kantong. Hanya dengan bayar simaksi 1x, harganya sudah termasuk registrasi pendakian, asuransi, kamar untuk istirahat— tidak dicampur dengan pendaki lain . Ini jelas nilai plus, apalagi kalau kamu hiking dengan grup kecil dan ingin privasi atau quality time sebelum summit attack. Kedua, yang bikin pengalaman makin berk...