Langsung ke konten utama

Pulau Kaniungan, Bersembunyi Di Ujung Berau

Pulau Kaniungan, memang belum banyak dikenal dikalangan wisatawan. Namun justru hal itu membuat kealamian yang ditampilkan pulau ini masih sangat terjaga, belum banyak tangan-tangan nakal yang menjamah keindahannya. Untuk bisa menikmati keindahan Pulau Kaniungan, wisatawan yang berangkat dari Tanjung Redeb melalui jalur darat menempuh perjalanan kurang lebih 5 hingga 6 jam menuju Kecamatan Biduk-Biduk.

Untuk dapat menginjakan kaki di Pulau Kaniungan, wisatawan dapat menggunakan kapal yang disewakan warga setempat untuk dengan kisaran harga 400 hingga Rp.500.000,-/7 orang. Kapal yang berjalan dari dermaga Teluk Sulaiman hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk dapat bersandar di Pulau Kaniungan.

Hamparan pasir putih serta ribuan pohon kelapa yang berbaris rapih siap menyambut kedatangan kalian. Di pulau ini masih terbilang sangat bersih, bahkan konon tempat ini sempat di rekomendasikan oleh salah satu produser film Hollywood sebagai lokasi syuting film garapannya.

Pulau Kaniungan ini merupakan pulau berpenghuni, jangan heran apabila disini terdapat bangunan bangunan Villa setengah jadi, itu karena pulau ini akan segera di komersilkan dan akan dibangun dermaga untuk bersandar kapal besar bahkan kapal selam. Meskipun tergolong sepi penduduk, namun pulau yang masih menjadi bagian dari Teluk Sumbing ini selalu ramai di kunjungi wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Di pulau yang memiliki luas 3 kali lebih besar dari Pulau Derawan ini, tak hanya keindahan pantai yang menjadi nilai jual, tetapi alam bawah lautnya juga berpotensi menarik minat para divers-divers yang menginginkan spot luar biasa dalam penyelaman bawah lautnya

Sumber : http://www.beraunews.com


from Backpacker Jakarta http://ift.tt/2uOPkHU
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri: Basecamp Mang Abenk, Murah & Servis Juara

Pendakian Gunung Gede via jalur Gunung Putri memang sudah lama jadi favorit banyak pendaki. Jalur ini terkenal dengan trek yang menanjak tajam sejak awal, tapi tetap memberikan pengalaman alam yang luar biasa: dari padang edelweis Surya Kencana, kabut pagi yang magis, sampai sunrise dari puncak yang menggetarkan hati. Namun di tengah tren basecamp yang makin banyak bermunculan dengan fasilitas serba “wah”, aku justru tetap setia kembali ke Basecamp Mang Abenk . Sederhana? Iya. Tapi servicenya luar biasa. Di sinilah aku merasa benar-benar disambut sebagai tamu, bukan sekadar pelanggan. Kelapa Harus Basecamp Mang Abenk? Pertama, biaya simaksi di sini jauh lebih ramah kantong. Hanya dengan bayar simaksi 1x, harganya sudah termasuk registrasi pendakian, asuransi, kamar untuk istirahat— tidak dicampur dengan pendaki lain . Ini jelas nilai plus, apalagi kalau kamu hiking dengan grup kecil dan ingin privasi atau quality time sebelum summit attack. Kedua, yang bikin pengalaman makin berk...