Langsung ke konten utama

Menapaki Permadani Taman Surganya Sumba, Bukit Wairinding

Setelah 4 tahun lalu aku mempercayai prinsip “nulis dulu nanti tulisan itu yang akan bawa aku kesana”.  Bener aja, tulisan ini [ Bukit Wairinding, Permadani Taman Surga Di Tanah Sumba ] kutulis 4 atau 5 tahun lalu, dan akhirnya terwujud juga impianku untuk berlari-lari menapaki taman surganya Sumba. Bukit Wairinding tentunya.

Bukit Wairinding ini memiliki jarak tempuh sekitar 3 jam dari Tambolaka. Tapi pemandangan yang disuguhkan memang luar biasa indahnya sih.

Ah Sumba Im In Loveeeeeeee…

Sesampainya di ambang bukit wairinding, aku menjajaki anak tangga untuk mengjangkaunya. Dan tidak sampai 5 menit aku sudah disuguhkan pada keindahan alam yang memiliki topografi berupa bukit hijau sambung menyambung. Cantik banget.

Langsung aja deh lari menuruni bebatuan kapur berbalut rumput hijau membentang luas. Seneng deh akhirnya bisa sampai kesini dan bermain dengan anak-anak kecil yang lucu. Sesekali aku mengajak bernyanyi, nyanyi Indonesia Raya, dan mereka menyanyikannya dengan baik.

Sesekali aku dan mereka bercerita dan berfoto bersama. Bagiku, bisa berinteraksi dan mendengarkan cerita anak-anak ini adalah salah satu best part di trip ini sih. Aku puas banget bermain dan menikmati semilir angin yang lewat mengibaskan rambutku.

Bagiku, Bukit Wairinding merupakan tempat yang tepat jika ingin menikmati satu paket kesunyian, keheningan dan keindahan yang masih sangat alami.

Okay deh, sampai sini dulu cerita tentang Bukit Wairinding, aku akan lanjut bertolak menuju destinasi lainnya. Let’s check it out.

Hits: 11

Posting Menapaki Permadani Taman Surganya Sumba, Bukit Wairinding ditampilkan lebih awal di Backpacker Jakarta.



from Backpacker Jakarta https://ift.tt/Ewr6Xqh
via IFTTT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertolongan Pertama Jika Tersengat Biota Laut

Meningkatnya minat wisatawan dalam negeri maupun mancanegara mengunjungi Indonesia juga berdampak terhadap meningkatnya pengunjung yang menelusuri keindahan biota laut Indonesia. Selain mempersiapkan barang bawaan, kalian juga perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang bahaya yang biasa terjadi didaerah tersebut guna mencegah jikalau ada kejadian yang tak diinginkan, salah satunya seperti tersengat binatang laut. Berikut tipsnya jika kalian tersengat binatang laut: 1. Ubur-ubur Banyak spesies ubur-ubur di Indonesia, mulai yang tak menyengat hingga yang bisa menyebabkan kematian. Ikuti langkah-langkah berikut jika tersengat ubur-ubur: Tetap tenang Keluar dari air laut Hentikan sengatan Lepaskan tentakel menggunakan kartu hindari kontak langsung Basuh dengan cuka atau backing soda, jika tidak ada gunakan air laut Basuh dengan air hangat selama kurang lebih 20 menit Balut luka dengan perban Segera ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut Note!!! Hinda...

Liputan Trip Pendakian Gunung Via Selo Merbabu Part #4

Ini bukan tentang menggapai sesuatu menuju puncak. Tapi tentang bagaimana proses melaluinya bersama sama. Ya, begitulah slogan untuk pendakian gunung merbabu part #4 Backpacker Jakarta kali ini. Tepat nya pada tanggal 14 sampai 16 Juli 2017 dengan sharing cost sebesar Rp 325.157,-/orang, pendakian inipun terlaksana dengan meeting point di Sekretariat Backpacker Jakarta pukul 21.00. Pendakian kali ini digawangi oleh Cahyadi Arif @cahyadiarf dan Ramdhan @ramdhan19 dan di ikuti oleh 27 peserta lainnya dan bukan hanya itu, kesuksesan pendakian juga dibantu oleh tim backup yakni Amiral Arif, Inu dan Mamet. Nah, sebelum masuk lebih detail lagi, cus yuk kita cari tahu dulu mengenai gunung merbabu itu ada dimana sih ? atau ada berapa jalur disana ? Tentang Gunung Merbabu terletak di Jawa tengah dengan ketinggian 3.142mdpl dan puncak tertingginya yakni Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata “meru” yang berarti gunung dan “babu” yang berarti wanita. Gunung ini merupakan salah satu...

Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri: Basecamp Mang Abenk, Murah & Servis Juara

Pendakian Gunung Gede via jalur Gunung Putri memang sudah lama jadi favorit banyak pendaki. Jalur ini terkenal dengan trek yang menanjak tajam sejak awal, tapi tetap memberikan pengalaman alam yang luar biasa: dari padang edelweis Surya Kencana, kabut pagi yang magis, sampai sunrise dari puncak yang menggetarkan hati. Namun di tengah tren basecamp yang makin banyak bermunculan dengan fasilitas serba “wah”, aku justru tetap setia kembali ke Basecamp Mang Abenk . Sederhana? Iya. Tapi servicenya luar biasa. Di sinilah aku merasa benar-benar disambut sebagai tamu, bukan sekadar pelanggan. Kelapa Harus Basecamp Mang Abenk? Pertama, biaya simaksi di sini jauh lebih ramah kantong. Hanya dengan bayar simaksi 1x, harganya sudah termasuk registrasi pendakian, asuransi, kamar untuk istirahat— tidak dicampur dengan pendaki lain . Ini jelas nilai plus, apalagi kalau kamu hiking dengan grup kecil dan ingin privasi atau quality time sebelum summit attack. Kedua, yang bikin pengalaman makin berk...